Akta Kelahiran

Setiap kelahiran wajib dilaporkan oleh penduduk kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab/Kota ditemnpat terjadinya peristiwa kelahiran paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak kelahiran.

Pelaporan kelahiran yang melampaui batas waktu 60 (enam puluh) hari sampai dengan 1 (satu) tahun sejak tanggal kelahiran dikenai :

– Sanksi administrasi berupa denda paling banyak Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah)

– Mendapat persetujuan Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab/Kota.

– Pelaporan Kelahiran yang melampaui batas waktu 1 (satu) tahun dikenai :

– Sanksi administrasi berupa denda paling banyak Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah)

– Mendapat penetapan Pengadilan Negeri.

 

Tata Cara Penerbitan dan Perubahan Kartu Keluarga

1. Kelahiran ditempat Domisili Ibunya :

  1. Penduduk datang ke Petugas Registrasi di Desa/Kelurahan dan mengisi formulir surat keterangan kelahiran.
  2. Kepala Desa/Lurah meneruskan formulir Surat Keterangan Kelahiran ke UPTD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
  3. Dalam hal UPTD Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tidak ada, Kepala Desa/Lurah mengirimkan formulir Surat Keterangan Kelahiran ke Kecamatan untuk diteruskan kepada Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Kab/Kota.
  4. Pejabat Pencatatan Sipil pada UPTD/Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab/Kota mencatat dalam Register Akta dan menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran,
  5. Pejabat Pencatatan Sipil menyerahkan Kutipan Akta Kelahiran kepada Pemohon, atau mengirimkan melalui Desa/Kelurahan.

2. Kelahiran diluar Tempat Domisili Ibunya :

  1. Penduduk datang ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota dan mengisi formulir surat keterangan kelahiran dengan menyerahkan surat keterangan kelahiran dari dokter/bidan/penolong kelahiran dan menunjukkan KTP ibu atau bapaknya.
  2. Pejabat Pencatatan Sipil pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab/Kota mencatat dalam register Akta Kelahiran dan menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran.

3. Kelahiran Anak yang Tidak Diketahui Asal Usulnya : 

  1. Pelapor/pemohon datang ke UPTD Dinas/Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota dan mengisi formulir Surat Keterangan Kelahiran dengan menyerahkan Berita Acara Pemeriksaan dari Kepolisian
  2. Pejabat Pencatatan Sipil pada UPYD Dinas/ Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil Kab/Kota mencatat dalam Register Akta Kelahiran dan menerbitkan Kutipan Akta Kelahiran.

Syarat-syarat penerbitan Akta Kelahiran 

1. Kelahiran ditempat Domisili Ibunya :

  1. Surat Keterangan Kelahiran dari dokter/bidan/penolong kelahiran.
  2. Nama dan identitas saksi kelahiran.
  3. KK dan KTP orang tua.
  4. Kutipan akta nikah/Kutipan akta perkawinan.

2. Kelahiran diluar Tempat Domisili Ibunya :

  1. Surat Keterangan dari dokter/bidan/penolong kelahiran.
  2. Nama dan identitas saksi kelahiran.
  3. KK dan KTP orang tua.
  4. Kutipan akta nikah/Kutipan akta perkawinan.

3. Kelahiran Anak yang Tidak Diketahui Asal Usulnya :

  1. Berita Acara Pemeriksaan dari Kepolisian